TRUE LOVE WAITS

Leave a Comment
Artikel ini dikutip dari tulisan seorang blogger bernama Awan. Mungkin kita familiar dengan judulnya karena identik dengan lagu yang dinyanyikan Radiohead. Saya tertarik dengan topik ini karena prihatin melihat gaya pacaran yang terlalu bebas di sekitar. Saya mengerti benar apa yang menjadi "harta" bagi kaum saya namun justru itulah yang sekarang kerap menjadi "harga" sebuah hubungan.

7 Sistem yg Merusak:

1. Kencan yg sering melewati tahap persahabatan
Perkenalan awal memberi kita kesempatan untuk memahami satu sama lain. Tertarik pada lawan jenis adalah normal, tapi juga harus bijak dalam bersikap. Tidak terlalu lebai dan mengumbar rasa dulu sampai kita benar2 tahu, mengenal sebagai teman. Sebaiknyajangan mengklaim seseorang bakal jadi pasangan kita nanti, sebelum kita benar2 kenal dia, karena nantinya akan mengarah pada keintiman dan romantisme, sehingga bias membuat kita mentolerir prinsip2 dasar kita.

Friendship —-> dating —-> Decision/komitmen ——> marriage

Awal adalah fase perkenalan dalam friendship, bangun komunikasi buat ngetahuin inside si dia. Tapi harus bijak, cerdik ngadepin typical orang. Ada orang yg emang terbuka, tapi juga ada yg tertutup. Memang kita sebaiknya tahu pandangan si dia tentang impian, masa depannya, tapi tetep harus hati2 buat mengkoreknya. Ketika masuk dalam dating harus benar2 dipertimbangkan, karena di dalam dating kita harusnya sudah mulai serius, memiliki passion dan ketertarikan yg mendalam.
Ada 3 komponen LOVE yg menghasilkan sistem : Intimacy (I) - Passion (P) - Commitment (C)

Ketiga hal ini harus balance.
- P : cinta nafsu aja
- I : teman biasa, dangkal
- IP : cinta romantic tanpa komitmen, memberdayakan
- PC : cinta tanpa pengenalan pribadi mendalam
- IC : teman dekat, sahabat


2. Kencan Seringkali menyamarkan cinta dengan hubungan fisik
Ex : cewe-cowo yg pada kencan pertama udah pegangan tangan, cipika cipiki, akhirnya keterusan bercumbu, dan sebagainya. Apalagi ketika mereka udah ngerasa deket banget, mereka jadi pasrah, ga pake pikiran logis lagi dan ga ngevaluasi hubungan mereka. Yg terlintas cuma hubungan fisik ma gairah, fisik ga sama dengan cinta !!!
Ingat tuhan gamau kita masuk dalam dosa, fokus pada hubungan fisik akan ngebawa kita pada pencobaan yg lebih hebat dalam dosa sebelum menikah.

3. Kencan seringkali mengeksklusifkan pasangan kita
Pacaran ga berarti membuat diri kita eksklusif dengan lingkungan sekitar. Ga berarti menarik diri dari pergaulan lain, dan membatasi/mengekang pasangan kita buat bergaul dengan orang2 lain yg pastinya memberi manfaat juga bagi dia. 

“ Jika seorang pria tidak siap meminta seorang wanita untuk menikah, apakah haknya untuk menuntut perhatian khusus darinya. Jika seorang wanita tidak/belum siap diminta untuk dijadikan isteri oleh seorang pria, mengapa wanita yg berpikiran sehat memberikan perhatian yg khusus untuk pria tersebut…?” - Elisabeth Elliot (Passion and Purity)
Pacaran = OPEN , marriage life = CLOSE .. jangan kebalik !!

4. Kencan dapat mengalihkan perhatian kaum muda dari tanggung jawab utama untuk mempersiapkan masa depan
Intensitas kedekatan perlu dijaga, jangan ngabisin waktu buat pacaran berdua aja. Salah satu yg menyedihkan kalo anak muda pecandu dating yg akhirnya menelantarkan masa mudanya, talenta, potensi yg Tuhan kasih buat dia untuk dikembangin.
Perumpamaan : naik bmobil beda tujuan. Udah tahu beda tujuan, tapi gara2 barengan terus dan udah ngerasa nyaman satu sama lain jadi ngelupain tujuan awal. Yang penting ma doi terus lah, ini bakal ngerusak salah satu atau bahkan dua pribadi sekaligus.
Jangan bodoh, mengerti yg Tuhan mau.
Ingat !!! keterampilan akan sangat dibutuhkan pada saat kita menikah. Harusnya pasangan yg “bener” bakal kasih support biar pasangannya berprestasi.

5. Kencan dapat menyebabkan perasaan tidak puas terhadap karunia Tuhan mengenai keadaan melajang
Single and available, bersyukurlah dan nikmatilah buat ngeksplore diri kita habis2an. Gunain masa single kita dengan maximal buat ngadepin waktu kita udah mix-double, hehe…
Tuhan memberi masa lajang supaya kita jadi pribadi yg FULL melaksanakan tugas sebagai single. Masa yg tak tertandingi di dalam hidup kita, dimana kita free untuk tumbuh, ngembangin diri, belajar dan melayani.

6. Kencan dapat menciptakan lingkungan palsu untuk mengevaluasi karakter orang lain
Ketika kita masuk dalam fase pacaran, maka sering timbullah kepalsuan supaya timbul rasa suka, tidak berusaha apa adanya, dan membentuk cover positif yg sebenarnya ga tulus. Namun ketika hubungan berjalan terus, maka mulai terlihat aslinya. Menurunkan standar kita sebagai anak2 Allah menjadi mentolerir kebiasaan anak2 dunia untuk menyukakan pasangannya, waspadalah waspadalah !!!
Apakah sikap kita saat dating adalah sikap asli kita? Bertahankah sampai akhir nanti? Jika awalnya diawali dengan pertemanan yg mantap, maka semua akan terlihat asli. Libatkan orang lain juga dalam menjalin hubungan, supaya mereka dapat memberi penilaian juga terhadap pribadi si dia.

7. Kencan seringkali jadi tujuan akhir
Ex : sudah pacaran bertahun-tahun tapi saat ditanya kapan menikah jawabnya belum tahu, belum kepikiran, atau nahkan jalanin aja. Biasanya : “let it flow aja dah…” let it flow kemane ?? ke ancol ?? ke jurang ?? =p
Biasanya pria males masuk pernikahan karena memikirkan tanggung jawab yg harus dipikul nantinya. Wanita pun hanya ikut2an aja ma si pria, mereka terkadang ga mempersiapkan diri, cuma nungguin mau si pria gimana karena sering kebawa perasaan emosional mereka.Sebaiknya jika belum siap menerima hal ini, ya jangan pacaran dulu!

Berikut penyebab sexualitas pra nikah meningkat :
a. Jarak yg semakin panjang antara kesiapan biologis/materi dan usia pernikahan yg semakin panjang. Usia 17 th udah pacaran, sedangkan nikah umur 27 th. Selama 10 th ngapain aja??? Cobaan makin banyak guys…
b. Pengawasan/kepedulian ortu yg minim
c. Fasilitas global: internet access, porn movie, HP
d. Pergaulan. Teman terkadang menularkan indikator pacaran yang salah, inilah mengapa tak jarang kita melegalkan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. HATI-HATI!!!

Akibat sex pra nikah :
a. Tertutupnya berkat oleh dosa
b. Perasaan bersalah
c. Turunnya rasa berharga
d. Posesif
e. Kepahitan
f. Kebencian

Tujuan orang menikah :
Jangan berani2 masuk dalam pernikahan kalo kita ga yakin dengan pasangan kita, maka jangan2 sembarangan jadian juga. Kita ini kepunyaan Tuhan yg paling berharga lho. Kalo kita emang uda pacaran, dan tau sebaiknya putus, ya lakukan ! tapi jangan langsung down, cari new comers, renungkan kesalahan kita sebelumnya, dan berbenah diri jadi maksimal dulu.

Hukum attraction: orang akan menarik orang yang sejenisnya. Orang baik akan menarik orang baik juga, anak Allah ya untuk anak Allah.

Pesan terakhir dari saya, sebagai wanita kita harus bisa jaga diri, berani berkata TIDAK, dan selalu ingat Tuhan serta orangtua. Kalo lagu yang diciptakan untuk wanita saja "Your body is a wonderland" it means our body is NOT FOR SALE! (maaf kalo sedikit frontal, biar "pas..pas..pas..kena hati"-Pay)
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda